Wamendes dorong generasi muda hadirkan inovasi teknologi di desa

Wamendes dorong generasi muda hadirkan inovasi teknologi di desa

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mendorong generasi muda Indonesia untuk menghadirkan inovasi teknologi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

Menurut pria yang akrab disapa Ariza itu, desa membutuhkan sentuhan teknologi dan semangat baru dari anak-anak muda bangsa agar bisa berkembang dan menjadi pusat kemajuan.

“Melalui kalian, desa juga akan mengenal sains, teknologi, inovasi, dan semangat baru anak-anak muda bangsa,” kata Wamendes Ariza di Kantor Kemendes, Jakarta, Jumat.

Dia lalu mencontohkan salah satu inovasi teknologi itu adalah karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa alat insinerator sederhana yang bisa membakar sampah dengan minim asap.

“Alat sederhana ini viral dan memberikan manfaat nyata. Artinya, tanpa biaya besar pun kita bisa menciptakan solusi bagi masyarakat desa,” ujar dia.

Sebelumnya saat memberikan arahan dalam Seremonial dan Pembekalan Program Pengabdian Alumni LPDP Non-ASN (PANA-LPDP) Hari Kedua di Kantor Kemendes, Wamendes Ariza telah mengajak para sarjana terbaik untuk kembali ke desanya dan mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk membangun desa demi kemajuan masyarakat.

“Banyak orang belajar tinggi, meraih gelar, bahkan berkarier di kota besar. Tapi hanya sedikit yang terpanggil hatinya untuk kembali ke desa, merasakan denyut kehidupan masyarakat, dan memberikan pengabdian terbaik,” kata dia.

Menurutnya, desa merupakan masa depan Indonesia karena di sana tersimpan beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk kemajuan bangsa. Di antaranya adalah potensi terkait kearifan lokal, ketahanan pangan, energi, budaya, serta nilai gotong royong. Oleh karena itu, ujar dia melanjutkan, peran sarjana bernilai sangat penting untuk membawa perubahan.

“Ilmu yang kalian miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus dibuktikan dengan karya nyata di desa. Jadilah cahaya perubahan bagi masyarakat,” ucap dia.

Diketahui, program Pengabdian Alumni Non-ASN LPDP berfokus pada peningkatan kapasitas desa wisata dan pariwisata berkelanjutan serta mendorong percepatan pembangunan desa dan daerah tertinggal melalui penguatan sosial budaya dan kelembagaan di desa.

Kegiatan pengabdian itu diikuti oleh 24 alumni LPDP non-ASN yang terdiri atas 21 orang lulusan pendidikan di dalam negeri dan 3 orang merupakan lulusan pendidikan luar negeri. Mereka akan mendampingi masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Desa itu meliputi Desa Karuni, Desa Watu Kawula, Desa Maliti Bondoate, dan Desa Pero Konda. Program pengabdian itu digelar selama enam bulan, yakni sejak September 2025 hingga Februari 2026.

https://sammatrice.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*