Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (24/3/2025) ditutup pada posisi Rp16.550/US$, rupiah atau melemah 0,33%.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14:57 WIB turun tipis 0,07% di angka 104,01 Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,09.
Pergerakan rupiah hari ini terjadi di tengah momen penantian kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan perdagangan Trump menjelang tenggat waktu 2 April untuk tarif timbal baliknya.
Trump mengisyaratkan pada hari Jumat bahwa mungkin ada “fleksibilitas” dalam rencana tersebut, sementara laporan akhir pekan menunjukkan bahwa tarif tersebut mungkin lebih sempit cakupannya, berpotensi mengecualikan beberapa industri.
Dolar telah menghadapi tekanan sepanjang tahun ini, karena tarif diperkirakan akan membebani pertumbuhan ekonomi AS.
Namun, mata uang ini menguat kembali minggu lalu setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menegaskan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, meskipun telah mengisyaratkan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini.
Lebih lanjut, arus dana asing tercatat jual bersih dari pasar keuangan domestik pada pekan lalu. Aksi outflow tersebut terjadi selama dua pekan beruntun yang didominasi oleh pasar saham.
Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi 17-20 Maret 2025, investor asing tercatat jual neto sebesar Rp4,25 triliun, terdiri dari jual neto Rp4,78 triliun di pasar saham, beli neto Rp1,20 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan jual neto Rp0,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga mengatakan bahwa ketidakpastian global dan domestik masih cukup tinggi.
Dari sisi global, tensi perdagangan AS dengan mitranya serta kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian. Sedangkan dari dalam negeri, dinamika politik serta ekonomi menjadi patut menjadi perhatian.
Terkhusus dari domestik, Nafan menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah termasuk penurunan penerimaan pajak, isu Sri Mulyani yang mundur, hingga RUU TNI yang bisa memperluas peran militer dan mengurangi supremasi sipil di lembaga sipil.
Hal-hal tersebutlah yang membuat terjadi net foreign sell belakangan ini.
Tujuan ekspor mobil Indonesia bermacam-macam dan meliputi berbagai benua di dunia, jumlah negara tujuan ekspor mencapai lebih dari 100 negara, beberapa negara favorit diantaranya ialah Filipina, Arab Saudi bahkan hingga ke Jepang, negara asal brand mobil tersebut.
Namun tidak semua mobil masuk ke dalam jajaran ekspor, ada beberapa yang menjadi favorit. Di antaranya mobil MPV seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander serta Compat-SUV seperti Hyundai Creta. Mobil-mobil ini diproduksi di pabriknya yang berlokasi di Bekasi-Karawang, Jawa Barat.
Mobil-mobil ini juga berhasil terjual ribuan unit ke satu negara yang sama dalam satu bulan. Mobil dengan ekspor tertinggi dengan tujuan negara yang sama ialah Toyota Avanza. Mobil sejuta umat ini terjual 3.086 unit dalam satu bulan ke Filipina.
Negara Asean memang memang doyan mobil Indonesia. Di mana sepanjang bulan lalu juga Vietnam mengekspor ribuan Mitsubishi Xpander. Mobil produksi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) ini mengekspor 2.697 unit ke Vietnam pada bulan Februari lalu.
Di posisi selanjutnya ada Hyundai Creta yang terjual 2.611 unit ke Timur Tengah dan Afrika. Padahal di dalam negeri penjualan Creta hanya 744 unit.
Astra Daihatsu Motor (ADM) tidak mau kalah, dengan mengekspor ribuan unit mobil ke Filipina. Namun ada juga yang diekspor dengan merk Toyota yakni Wigo, mobil ini terjual 1.511 unit ke Filipina.
Masih dengan negara tujuan yang sama, Toyota Raize produksi ADM juga terjual sebanyak 1.365 unit ke Filipina.
Berikut penjualan mobil RI di pasar ekspor periode Januari-Februari 2025
1. Toyota Avanza 3.086 unit ke Filipina
2. Mitsubishi Xpander 2.697 unit ke Vietnam
3. Hyundai Creta 2.611 unit ke Timur Tengah dan Afrika
4. Toyota Wigo 1.511 unit ke Filipina
5. Toyota Raize 1.365 unit ke Filipina.
Sebagai informasi, kinerja Avanza di dalam negeri tengah lesu. Beberapa kali Avanza terjungkal dan tak mampu lagi jadi juara mobil terlaris di dalam negeri.
Toyota Kijang Innova kembali menjadi mobil terlaris di bulan Februari 2025 dengan penjualan 6.008 unit. Ini bukan capaian pertama karena di dua tahun sebelumnya yakni kumulatif 2023-2024 mobil ini selalu menjadi raja jalanan RI.
Di tempat kedua muncul hatchback Honda Brio yang terjual 5.497 unit, selisih hampir 2.000 unit di bawahnya ada Toyota Calya yang terjual 3.628 unit dan mobil kembaran Daihatsu Sigra dengan penjualan 3.296 unit.
Toyota Avanza yang biasanya masuk tiga besar penjualan, bulan lalu hanya ada di posisi ketujuh dengan penjualan 2.775 unit.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, sebetulnya tiap tahun momentum Ramadan dan Lebaran merupakan momen-momen yang ditunggu pengusaha.
Lantaran menjadi faktor musiman yang mendorong masyarakat untuk berbelanja dan berpergian. Momen itu menjadi berkah untuk pengusaha di sektor ritel, pariwisata, akomodasi, makanan-minuman, serta transportasi, karena ada tren mudik.
“Jadi aktivitas mudik kan biasanya melibatkan ratusan juta masyarakat dari berbagai daerah. Jadi memberikan efek berantai terhadap sektor-sektor tersebut,” kata Shinta dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, Senin (24/3/2025).
Momentum itu tak terjadi pada tahun ini. Menurut Shinta ini disebabkan masih lemahnya daya beli masyarakat. Daya beli yang lemah itu membuat masyarakat menahan belanjanya.
“Namun kali ini memang kita melihat Lebaran tahun ini juga masih dibayangi dengan sentimen daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih,” ucap Shinta.
Ia mengungkapkan sejumlah data yang menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat, mulai dari deflasi yang terjadi sejak Mei-September 2024, dan berlanjut pada Januari-Februari 2025.
“Pada Februari itu tercatat 0,09% year on year dan deflasi bulanannya 0,48%. Ini jadi kalau kita lihat memang menjadi perhatian karena ini menjelang periode musiman Ramadan dan Lebaran,” tegasnya.
Selain itu, Kementerian Perhubungan pun kata Shinta juga telah memprediksi potensi penurunan pemudik tahun ini sekitar 24,33%.
Meskipun, ada sejumlah data yang menunjukkan optimisme, seperti Indeks Keyakinan Konsumen yang masih di level optimistis di level 126,4 dan Indeks Kepercayaan Industri 53,15 dan Indeks PMI Manufaktur 53,6.
“Jadi setelah lima bulan sebelumnya terus mengalami kontraksi dunia usaha kami tetap mencermati memang beberapa faktor-faktor yang sekarang ada,” ungkap Shinta.
Meski indeks manufaktur dan konsumsi masih di zona ekspansif, Shinta menegaskan, bila dilihat realita di lapangan, sejumlah pusat perbelanjaan sepetulnya memang sepi pembeli. Permasalahan ini lah yang kata dia menjadi catatan, meskipun pemerintah sudah memberikan berbagai stimulus.
“Kalau kita ke mall-mall juga sekarang di daerah-daerah juga tidak seperti biasanya. Walaupun sudah digenjot-genjot dengan diskon dan lain-lain tapi kelihatannya memang appetite untuk konsumsinya ini memang terjadi penurunan,” ucap Shinta.
Oleh sebab itu, kalangan pengusaha kata dia saat ini sedang dalam mode efisiensi untuk merespons lemahnya daya beli masyarakat. Efisiensi utamanya dilakukan dari sisi operasional.
“Banyak pelaku usaha juga mulai mengoptimalkan efisiensi operasional dan menyesuaikan strategi agar tetap bisa kompetitif di tengah persaingan pasar. Seperti digitalisasi dan pemanfaatan e-commerce juga menjadi salah satu langkah adaptasi,” ungkap Shinta.
Foto: Ketua Umum Dewan Sawit Minyak Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga saat memberikan pemaparan dalam Special Dialogue APKASINDO di Menara Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengungkapkan aksi preman ormas sudah keterlaluan. Bahkan salah satu ormas terkenal di Indonesia pun melakukan penyegelan pabrik kelapa sawit. Tak dikasih THR katanya para ormas biasanya menjarah sawit di perkebunan.
“Masyarakat sekitar dan ormas-ormas mulai menjarah sawit-sawitnya. Kejadian ini marak di Kalteng (Kalimantan Tengah), Kaltim (Kalimantan Timur) dan Riau,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Minggu (30/3/2025).
Sahat pun kesal bukan main dengan tindakan ormas tersebut.
“Semakin meresahkan Industri di Indonesia,” tegas dia.
Dia meminta Pemda bersikap tegas dan melindungi para pelaku industri. Jangan sampai hal seperti ini terjadi terus menerus yang bikin pelaku industri resah dan tidak nyaman berbisnis di Indonesia.
“Baiknya ada pengumuman dari Kemendagri atau Pemda-pemda agar perusahaan industri dan perkebunan atau usaha jenis lainnya untuk tidak melayani permintaan sumbangan bentuk apapun dari pihak manapun yang meresahkan kenyamanan ketenangan berusaha di Indonesia,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam memahami praktik seperti itu di lapangan, namun jangan justru menjadi pemaksaan yang membuat pelaku usaha resah.
“Ya minta boleh-boleh aja, tapi jangan maksa gitu loh. Ya dibalikin lagi ke kerelaan usaha masing-masing. Ya kan perusahaan ada CSR sebenarnya. Jangan sampai itu menjadi aksi premanisme yang berujung kepada pemblokiran itu jangan lah. Tapi bahwa masing-masing perusahaan punya dana CSR kan iya. Ya perusahaan juga sering membina masyarakat sekeliling dan sebagainya,” kata Bob.
Keresahan pelaku usaha itu bisa berdampak panjang pada iklim investasi. Akhirnya yang dikhawatirkan banyak pelaku usaha yang berpikir untuk kabur dari investasi dalam negeri.
“Iya kalau sifatnya memaksa dan lain sebagainya ya (investor bisa lari). Jadi kan kita berharap aparat itu bisa selain menjaga ketertiban, tapi juga menegakkan hukum. Ya intinya mereka yang memaksa itu harus ditindak. Berarti mempengaruhi, berarti untuk keikliman. Ya sangat mempengaruhi apalagi situasi seperti ini,” ujarnya.
Tetapi, dataran tinggi ini ternyata merupakan salah satu wilayah yang paling dihindari oleh pesawat komersial sebagai jalur penerbangan. Apa alasannya?
Mengutip Travel Leisure, ada beberapa alasan mengapa Dataran Tinggi Tibet dihindari pesawat komersial sebagai jalur penerbangan. Antara lain karena luas wilayah, ketinggian, dan risiko turbulensi. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Luas Wilayah
Menurut NASA dan Survei Geologi Amerika Serikat (AS), Dataran Tinggi Tibet memiliki wilayah seluas 465 ribu mil persegi atau sekitar 1.204.344 kilometer persegi. Luas ini diklaim empat kali lipat lebih besar daripada Texas, Amerika Serikat.
2. Tinggi Pegunungan
Dataran Tinggi Tibet mencakup sejumlah pegunungan besar, termasuk Himalaya dan rumah bagi gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest. Dilaporkan, wilayah ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, yakni dengan ketinggian rata-rata sekitar 14.800 kaki.
Saking tingginya, dataran yang terletak di bagian Barat China ini dijuluki sebagai atap dunia.
Meskipun pesawat kerap terbang di atas 30 ribu kaki alias melebihi ketinggian Dataran Tinggi Tibet, kawasan ini tetap tak bisa dilewati dengan alasan tingkat oksigen.
“Jika sebuah pesawat mengalami dekompresi pada ketinggian jelajah, masker oksigen akan terbuka dan pesawat akan turun dengan cepat ke ketinggian dengan lebih banyak oksigen, idealnya di bawah 10 ribu kaki,” tulis laporan Travel Leisure, dikutip Sabtu (22/3/2025).
Selain itu, pegunungan juga paling berpotensi menciptakan risiko turbulensi sehingga dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Maka dari itu, Dataran Tinggi Tibet “dihapuskan” dari jalur penerbangan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Prabowo menilai pembangunan Sekolah Rakyat bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang kurang mampu. Dengan demikian, diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan.
“Kami sudah putuskan juga untuk membangun tahun ini 200 sekolah rakyat berasrama untuk SD, SMP SMA, sekolah berasrama ini diperuntukkan kaum kurang mampu. Dengan ini kita hendak memutus mata rantai kemiskinan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (21/3/2025).
Ia pun berharap dengan adanya sekolah rakyat ini, anak-anak dari keluarga miskin tidak boleh mengalami hal yang sama dengan kondisi ekonomi orang tuanya.
“Anak cucunya tukang pemulung tidak boleh jadi tukang pemulung. Dia harus kita berdayakan. Kita rencanakan akan bangun 200 sekolah berasrama tersebut. 1 sekolah akan terdiri, kita harapkan 1.000 murid,” kata Prabowo.
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia sidak kualitas BBM SPBU Pertamina di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rabu (19/3/2025). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Bahlil mengungkapkan para nelayan yang mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBN tersebut pernah mengalami kekurangan pasokan BBM. Bahkan, Bahlil menyebutkan para nelayan tersebut mendapatkan BBM bersubsidi yakni Solar Subsidi dengan harga normal Rp 6.800 per liter.
“Dan tadi kami cek di kampung nelayan, berdialog dengan masyarakat, dan rata-rata mereka tidak pernah mengeluhkan terkait dengan ketersediaan BBM. BBM di nelayan ada, harganya Rp 6.800 pakai B40, dan selalu terjaga stoknya,” jelasnya di Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Ulin PLN, Banjarmasin Kalsel, Rabu (19/3/2025).
Penetapan harga tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan operasional nelayan. “Perintah Bapak Presiden Prabowo juga kepada kami adalah memastikan agar nelayan kita betul-betul mendapatkan minyak subsidi,” tegasnya.
Adapun, kata Bahlil, para nelayan di wilayah Kalimantan tidak perlu ragu atas ketersediaan BBM khususnya saat momen lebaran idul fitri 2025 lantaran pasokan BBM dalam kondisi aman.
“Jadi saudara-saudara saya nelayan sampai dengan menuju hari raya, yang mau mencari, yang mau ke laut, monggo, gak apa-apa. Itu semua sudah kita siapkan BBM-nya,” imbuhnya.
Di samping itu, Bahlil menekankan pentingnya menjaga pasokan BBM agar tetap aman, terutama saat ombak besar yang kerap menghambat aktivitas melaut. Selain itu, beliau meminta agar diterapkan mekanisme pengaturan kuota BBM yang disesuaikan dengan musim penangkapan ikan. Selama musim tangkap-yang diperkirakan berlangsung sekitar tujuh bulan dalam setahun-volume pemakaian BBM akan dinaikkan guna mengantisipasi peningkatan aktivitas nelayan. Sebaliknya, pada musim ombak atau ketika kondisi angin lebih kencang, penyesuaian kuota akan dilakukan agar pasokan tetap efisien.
Di lain sisi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Yuliansyah Effendy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari Menteri ESDM untuk memastikan kebutuhan BBM nelayan tetap terpenuhi dalam berbagai kondisi. “Pak Menteri ESDM tadi menekankan pentingnya perhitungan kebutuhan BBM bagi nelayan, baik saat ombak besar maupun pada musim normal. Beliau meminta agar hal ini lebih diperhatikan ke depannya,” kata Yuliansyah. Rekomendasi pengaturan kuota pun akan diberikan setiap tiga bulan sebagai langkah penyesuaian.
Pemerintah terus memantau dan mengatur distribusi BBM secara cermat guna mendukung produktivitas serta kesejahteraan para nelayan di wilayah pesisir. Dengan pengaturan pasokan dan kuota BBM yang matang, diharapkan para nelayan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya secara optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perikanan nasional.
Sebagai informasi, SPBN Rantauan Ilir merupakan hasil kolaborasi antara PT AKR Corporindo, Tbk dan Koperasi Perikanan Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3), yang bertujuan menyediakan akses mudah dan terjangkau terhadap bahan bakar bagi para nelayan. Dengan dukungan empat karyawan, SPBN ini melayani kebutuhan BBM untuk 103 kapal nelayan yang beroperasi di wilayah Banjarmasin. Pada tahun 2025, SPBN milik PT AKR Corporindo memiliki kuota BBM sebesar 2.003 kiloliter, dengan realisasi penggunaan hingga Maret 2025 mencapai 360,41 kiloliter.
Setelah beberapa dekade kepemimpinan AS, China mengejar ketertinggalan dengan menghabiskan dana dua kali lipat dan membangun proyek-proyek dengan kecepatan tinggi.
Sering disebut sebagai cawan suci energi bersih, fusi nuklir menghasilkan energi empat kali lebih banyak per kilogram bahan bakar daripada fisi nuklir tradisional. Selain itu, fusi nuklir juga menghasilkan empat juta kali lebih banyak daripada membakar batu bara, tanpa gas rumah kaca atau limbah radioaktif jangka panjang.
Energi baru ini akan sangat bermanfaat untung mengembangkan teknologi AI yang membutuhkan listrik berkapasitas besar dan tinggi. Jika semua berjalan sesuai rencana, setidaknya pasar fusi nuklir akan bernilai US$1 triliun pada 2050, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Senin (17/3/2025).
Namun, menurut profesor ilmu dan teknik nuklir di Massachusetts Institute of Technology Dennis Whyte, ada satu masalah besar. Satu-satunya pembangkit listrik tenaga fusi yang berfungsi saat ini di alam semesta adalah bintang.
AS menjadi negara pertama yang menggunakan fusi dalam skala besar dengan uji coba bom hidrogen pada tahun 1952.
Dalam tujuh dekade sejak itu, para ilmuwan di seluruh dunia telah berjuang untuk memanfaatkan reaksi fusi untuk pembangkit listrik.
Reaksi fusi terjadi ketika atom hidrogen mencapai suhu yang cukup ekstrem sehingga mereka menyatu, membentuk gas super panas yang disebut plasma.
Massa yang dilepaskan selama proses tersebut, secara teori, dapat diubah menjadi energi dalam jumlah besar, tetapi plasma sulit dikendalikan.
Salah satu metode yang populer menggunakan magnet yang kuat untuk menahan dan mengendalikan plasma di dalam tokamak, yang merupakan perangkat berbentuk donat logam.
Metode lainnya menggunakan laser berenergi tinggi yang diarahkan ke pelet bahan bakar seukuran merica, dengan cepat memampatkan dan meledakkannya.
Begitulah cara AS melakukan penyalaan fusi pertama yang menghasilkan energi positif bersih di Lawrence Livermore National Ignition Facility (NIF) pada 2022.
Sejak saat itu, investasi swasta di perusahaan rintisan fusi AS melonjak, menjadi US$8 miliar dari dari US$1,2 miliar pada 2021. Dari 40 perusahaan anggota FIA, 25 di antaranya berbasis di AS.
Sementara di China, proyek-proyek fusi baru terjadi saat upaya AS fokus pada peningkatan mesin-mesin yang sudah ada. Beberapa di antaranya sudah berusia lebih dari 30 tahun.
“Tidak ada yang mau mengerjakan dinosaurus tua,” kata Binderbauer dari TAE, seraya menambahkan bahwa proyek-proyek baru menarik lebih banyak talenta.
Pada awal 2000-an, pemotongan anggaran untuk penelitian fusi dalam negeri memaksa universitas-universitas di AS untuk menghentikan pengerjaan mesin-mesin baru dan mengirimkan para peneliti untuk belajar di negara lain, termasuk China.
“Alih-alih membangun yang baru, kami pergi ke China dan membantu mereka membangun mesin mereka, sambil berpikir, ‘Oh, itu akan sangat bagus’. Mereka akan memiliki fasilitasnya. Kami akan menjadi sangat pintar,'” kata Bob Mumgaard, salah satu pendiri dan CEO Commonwealth Fusion Systems.
“Itu adalah kesalahan besar,” ucapnya.
China kini memiliki lebih banyak paten fusi dibandingkan negara lain, dan 10 kali lipat jumlah doktor di bidang sains dan teknik fusi dibandingkan AS.
IHSG tercatat turun 0,67% ke 6.471,95. Nilai transaksi mencapai Rp 9,74 triliun yang melibatkan 19,87 miliar saham yang berpindah tangan 1,08 juta kali. Sebanyak 308 saham menguat, 279 melemah, dan 219 stagnan.
Mayoritas sektor berada di zona merah. Hanya konsumer primer, barang baku dan energi yang parkir di zona hijau. Adapun sektor teknologi ambruk paling dalam ambruk 6,92%.
Hal itu seiring dengan saham DCI Indonesia (DCII) yang kembali menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) atau ambruk 20% ke level 144.750. Sebagaimana diketahui, saham DCII sebelumnya reli panjang dengan kenaikan harian selalu menyentuh auto reject atas (ARA). Namun, kondisinya langsung berbalik arah setelah saham tersebut keluar dari papan pemantauan khusus.
Saham DCII yang sebelumnya sepanjang tahun berjalan sudah naik lebih nyaris 400%, kini penguatannya telah terpangkas menjadi 243%. DCII melonjak tajam sejak 18 Februari 2025, seiring dengan pernyataan Toto Sugiri mengenai rencana stock split saham tersebut.
DCII hari ini menjadi laggard utama IHSG hari ini yang berkontribusi atas penurunan 47,76 indeks poin.
Selain itu, saham konglomerat lain juga masih menjadi pemberat IHSG. BREN turun 4,98% menjadi 5.725 dan berkontribusi 11,56 indeks poin terhadap penurunan IHSG.
Pasar keuangan Tanah Air tampaknya masih menghadapi banyak ketidakpastian sepanjang pekan ini, mengingat akan ada banyak data dan keputusan genting yang rilis baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Data dan keputusan ini bisa menjadi “badai” di pekan ini terutama jika tidak sesuai dengan proyeksi pelaku pasar IHSG, rupiah, dan SBN.
Dari eksternal, pasar juga masih mengantisipasi efek tarif Trump yang potensi memicu resesi di negeri Paman Sam.
Meski begitu, rebound wall street pada pekan lalu membuka ruang bursa saham RI ikut menguat, meskipun masih dalam ruang yang terbatas.
Sentimen terbesar pekan ini diperkirakan akan datang dari keputusan suku bunga. Setidaknya ada delapan bank sentral dunia yang akan menggelar rapat untuk memutuskan suku bunga. Pada Rabu dan Kamis bahkan akan terjadi super Wednesday dan Thursday di mana ada tiga bank sentral yang akan memutuskan suku bunga.
Banyaknya rapat bank sentral ini tentu saja akan meningkatkan ketidakpastian di tingkat global dan nasional. Publik kini menunggu apakah BI akan memangkas suku bunga lagi di tengah besarnya kebutuhan untuk mendongrak pertumbuhan.
Pada Rabu ( 19/3/2025) ada bank sentral Jepang (BoJ), Bank Indonesia, dan The Fed. The Fed akan diumumkan Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Pada Kamis (20/3/2025), ada bank sentral Brasil, Afrika Selatan, Inggris hingga China. Pada Jumat (21/3/2025) ada bank sentral Rusia.
Berikut beberapa sentimen yang masih akan mempengaruhi pasar sepanjang minggu ini :
Pasar Antisipasi Trumpcession
Akhir-akhir ini mulai banyak dibicarakan istilah Trumpcession yang merupakan singkatan dari Trump + Recession. Hal ini seiring dengan proyeksi JP Morgan yang menaikkan risiko resesi AS menjadi 40%, naik dari proyeksi awal 2025 sebesar 30%.
Merujuk data Polymarket, persentase kenaikan risiko resesi AS ini juga naik drastis dari level 20% menjadi 40% hanya dalam kisaran waktu dua pekan saja.
Prediksi risiko resesi AS Kekhawatiran resesi itu datang bukan tanpa sebab, ada beberapa hal yang mempengaruhi itu.
Pertama datang dari proyeksi ekonomi AS pada kuartal pertama tahun ini akan terkontraksi 2,4% secara kuartalan, menurut model GDP Atlanta Now. Proyeksi itu sudah memperhitungkan efek tarif trump ke China, Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa, di mana empat wilayah itu menyumbang 60% atas ekspor AS.
Kedua, kepercayaan konsumen terus turun. Menurut data yang dihimpun Tradingeconomics, keyakinan konsumen AS yang dikeluarkan Universitas Michigan pada Maret 2025 terkontrakasi menjadi 57,9 dari bulan sebelumnya 64,7.
Posisi itu menandai tiga bulan penurunan dan terendah sejak November 2022. Seiring dengan itu, yang ketiga ada kekhawatiran soal tingkat pengangguran meningkat dan pembukaan lapangan kerja turun.
Apalagi, Trump melakukan deportasi massal untuk para imigran yang berpeluang membuat labour shortage, ditambah efisiensi dengan PHK pegawai pemerintahan yang dilakukan Departement Efisiensi di bawah Elon Musk.
Yang keempat ada risiko kredit macet yang melonjak di AS. Melansir Financial Times, pada akhir tahun lalu mencatat gagal bayar pinjaman kartu kredit AS mencapai level tertinggi level krisisi 2008.
Seputar Data China dan Potensi Balasan Tarif
Pada pekan ini, ada sejumlah data dari sang Naga Asia yang juga dinanti pelaku pasar, mulai dari tingkat pengangguran dan penjualan ritelpada hari ini, Senin (17/3/2025), pengumuman soal suku bunga pada Kamis (19/3/2025), sampai rencana balasan tarif Trump.
Merujuk laman penghimpun data Trading Economics, tingkat pengangguran China adiproyeksi kan tetap berada di 5,1%, sementara penjualan ritel diperkirakan naik jadi 4% dari sebelumnya 3,7%.
Sementara itu untuk suku bunga akan tetap dipertahankan di level yang sama seperti bulan lalu. Suku bunga kredit tenor 1 tahun di 3,1% dan tenor 5 tahun di 3,6%.
Lalu, pada 20 Maret mendatang kabarnya China akan memberlakukan tarif baru pada produk pertanian dan makanan asal Kanada 100% atau senilai lebih dari US$ 2,6 miliar.
Indonesia: Menanti SULNI – Neraca Dagang – RDG BI
Beralih ke dalam negeri, terpantau akan banyak agenda rilis data juga, mulai dari statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) oleh Bank Indonesia (BI) dan negara perdagangan, pada hari ini, Senin (17/3/2025) sampai penantian suku bunga pada RDG BI pekan ini yakni Rabu (19/3/2025).
Posisi utang luar negeri ini cukup penting diperhatikan, apalagi setelah pekan lalu Goldman Sach menurunkan rating pada obligasi tenor 10 tahun dan 20 tahun Indonesia dan penerimaan pajak selama dua bulan pertama tahun ini anjlok signifikan.
Beralih ke data berikutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Indonesia periode Februari 2025 pada Senin (17/3/2025).
Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 lembaga memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Februari 2025 akan mencapai US$2,08 miliar dengan median ekspor sebesar 6,81% year on year/yoy dan impor sebesar 1,2% yoy.Surplus tersebut lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang mencapai US$3,45 miliar.
Jika neraca perdagangan kembali mencetak surplus maka Indonesia sudah membukukan surplus selama 58 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Berikutnya, pada tengah pekan ini, Rabu (19/3/2025), Bank Indonesia akan mengumumkan hasil kebijakan moneter terbaru.
BI diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 5,75% pada bulan ini. Namun, pelaku pasar akan mencermati lebih jauh bagaimana pandangan BI terhadap kondisi ekonomi terkini dan intervensi-nya terhadap stabilisasi nilai tukar rupiah.
Rebalancing indeks FTSE
Sentimen lainnya datang dari FTSE Russell yang sudah mengumumkan hasil tinjauan semi annual untuk FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific.
Hasil rebalancing itu akan efektif pada penutupan 21 Maret 2025. Dengan demikian, indeks FTSE bakal resmi mengalami perubahan sejak perdagangan 24 Maret 2025.
Patut diantisipasi, pergerakan sejumlah saham yang keluar dari indeks itu karena potensi mengguncang pasar saham lebih lanjut. Meskipun tidak setajam penurunan ketika akhir Februari lalu yang bertepatan dengan cut off date rebalancing MSCI edisi Maret.
Sebagai informasi, saham yang dikeluarkan dari kategor large cap dan mid cap ada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), di kategori small caps ada PT Global Mediacom Tbk (BMTR), sementara yang masuk ada PT Hermina Tbk (HEAL) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).
Dalam SKB tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik/balik angkutan Lebaran 2025/144 Hijriah, pembatasan angkutan barang akan diberlakukan mulai Senin (24/3/2025) pukul 00.00 WIB hingga Selasa (8/4/2025) pukul 24.00 di jalan tol dan nontol.
Sementara pada Lebaran mendatang, pembatasan diberlakukan selama 16 hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya selama 10-12 hari.
Aptrindo pun mengaku berkeberatan atas pengaturan pembatasan angkutan barang di masa arus mudik dan balik Lebaran 2025. Pasalnya ini akan berdampak ke banyak pihak, sehingga asosiasi meminta pemerintah mengoreksi aturan itu dengan mengurangi durasi hari pembatasan pengoperasian truk.
Djoko Setijowarno, pakar transportasi sekaligus akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, buka suara terkait situasi ini.
“Jika benar-benar berhenti beroperasi, bukan hanya berdampak langsung kepada pemilik kendaraan, melainkan juga pada pelaku usaha yang terlibat, seperti pengemudi, tenaga buruh bongkar muat, pabrik, pergudangan, perkapalan, dan para pemangku kepentingan dalam dunia logistik,” kata Djoko, dikutip Minggu (16/3/2025).
Djoko menyebut pengumuman pelarangan beroperasi hendaknya diberlakukan satu bulan sebelumnya, agar para pengusaha angkutan dapat menjadwalkan keberangkatan dan pulang kembali armada truknya.
“Masa pelarangan juga tidak perlu lama atau tidak lebih dari 10 hari, jika pemerintah sudah membenahi angkutan umum di daerah dan tidak fokus mengangkut logistik menggunakan jalan raya. Sebagai negara kepulauan, moda alternatif lain masih ada untuk mengangkut barang, seperti jalan rel dan perairan,” ujarnya.
“Harus ada kompromi, jalan tengahnya adalah pemerintah mengikuti permintaan APTRINDO namun dengan catatan dilarang beroperasi armada truk yang berlebihan dimensi dan muatan atau over dimension dan over load (ODOL),” lanjutnya.
Selain itu Djoko juga mengatakan pemerintah harusnya mendorong menggunakan angkutan umum bukan kendaraan pribadi saat mudik, sehingga angkutan barang tidak terimbas aturan perpanjangan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Sudah saatnya untuk menekan mobilitas kendaraan pribadi dan memprioritaskan angkutan umum (angkutan orang dan barang) saat mudik lebaran. Gerakan masif membenahi angkutan umum harus dimulai sejak sekarang, janganlah menunggu 20 tahun lagi, ketika Indonesia Maju ingin dicapai. Bisa jadi Indonesia Cemas, bukan Indonesia Emas sesuai cita-cita pemimpin negeri,” tukasnya